Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

RITUAL AGAMA, Jaminan Kesalehan Sosial?

Gambar
Mendengarkan khotbah shalat jum'at dimasa kopat-kapi t [ inspired by true event ]      Ada anggapan kuat dalam masyarakat agama (terutama mereka yang hidup di daerah pedesaan), bahwa orang yang tidak mau atau enggan menjalankan kegiatan-ritual keagamaan adalah orang yang tidak baik atau kurang baik. Salah satunya adalah kepada seorang yang tidak pernah shalat jum'at_ misalnya. Ya, suka atau tidak, nyatanya memang hanya sesederhana itulah ukuran yang tertanam menjadi pola pikir mayoritas umat beragama. Tak peduli meski orang yang didakwa tersebut sejatinya selama hidup minim sekali membuat orang lain merugi.   Aku mengerti, tatkala kita telah berkomitmen kepada satu hal _entah itu perkawinan, negara, atau pun agama, memang seharusnyalah kita mengacu kepada aturan yang telah terpaku disitu. Akan tetapi jangan pula lupa, pada tataran real, tak jarang kita harus rela _atau terkadang dengan terpaksa_ mesti berimprovisasi dan bersiasat guna menghadapi kenyataan. ...

The Golden Rule of HUMANITY

Gambar
P ara Ustadz, dikala menjelaskan tentang masalah-masalah tak mendasar semacam bagaimana adab (tatacara) makan, minum atau cebok yang baik, maka akan dengan sigap-gamblang mampu menjelaskan sekaligus memberikan contoh menurut Rasul, Sahabat atau para Ulama salafus shalih seraya kemudian tak lupa berkata bahwa ajaran Islam itu lengkap, lugas; mudah dipahami serta diterapkan dan bla bla bla. Akan tetapi, ketika menjelaskan suatu kebaikan yang notabene hal tersebut nyatanya jauh lebih asasi dan esensi, Islam; melalui tokoh-tokohnya tersebut, seringkali tampak lebih suka memilih jalan rumit - memutar dan cenderung menutup-nutupi , bahkan tak jarang memakai bahasa-bahasa yang mutasabihat (tidak jelas), mengada-ada dan tidak apa adanya (qaulan sadida). Aku sendiri, dalam menjalani hidup ini _tentu saja tanpa melepas sepenuhnya busana ke-Islamanku yang sebagian besarnya telah mendaging dan menjadi identitas, setelah berpuluh tahun menggantungkan begitu banyak hal pada pendapat mereka, akh...

ISLAM NUSANTARA; Antara Agama dan Budaya

Gambar
Meski sayup, m asih juga hangat hingga kini dimasyarakat, pro-kontra terkait ISLAM NU SANTARA. _ Berbagai fihak yang anti dengan tema ini, menyebut 'project' Islam Nusantara sebagai usaha-usaha yang bertujuan untuk "me-Nusantara-kan Islam"; mencerabut dari kemurnian ajaran sejatinya dan mengembalikan kepada tradisi serta budaya Hindhu dimasa lalu.  ~ Sebagai salah satu yang meskipun setuju dengan term inologi ini, secara pribadi saya tak pernah sampai pada penafsiran sejauh itu; yang dikatakan mengkampanyekan Islam dengan isi Hindhu tersebut. Namun benak saya, hanya membaca Islam Nusantara sebagai upaya/ijtihad beberapa ulama lokal (wabil khusus Kyai-kyai dari kalangan Nahdlatul Ulama) untuk mengaplikasikan Islam yang selaras dengan karakter & kultur bangsa Indonesia. Yakni Islam yang ramah & teduh, bukannya Islam yang pe-marah & angkuh.  Masyarakat penganut Islam Wetu Telu di Pulau Lombok ¤ Mungkin akan ada yang berkata: "whaduh, Islam dises...

A G A M A ; dengan TANDA TANYA

Gambar
  P ernah saya membaca sebuah pendapat yang menyebut bahwa sekalipun bersyahadat, mengerjakan shalat & fasih mengaji, anggota organisasi-organisasi semacam ISIS atau Wahabi otomatis tertolak dari Islam oleh sebab tindak-tindak kekejaman yang mereka lakukan.   Sekilas ini cukup menenangkan. Tapi seberapa kuatkah sebenarnya pendapat demikian? Bagaimana dengan Islam sendiri dilihat dari sejarahnya? 1 ~ Kutip, Hadits Sunan Abu Dawud, No. 4348, ”Disampaikan oleh Abdullah Ibn Abbas: Seorang pria buta punya budak wanita yang sedang mengandung (bayi pria buta itu sendiri) & budak ini suka mengolok-olok Rasulullah. Ia melarang budak ini tapi budaknya tidak mau berhenti. Ia memarahinya, tapi budak itu tetap tidak meninggalkan tabiatnya. Suatu malam, budak itu mulai mencemooh Rasulullah & menghinanya. Lalu pria itu mengambil sebuah pisau, menempelkannya di perut budak itu, menusuk & membunuhnya. Janin-nya keluar diantara kakinya dengan berlumuran darah. Pagi harinya, ...