ISLAM NUSANTARA; Antara Agama dan Budaya
Meski sayup, masih juga hangat hingga kini dimasyarakat, pro-kontra terkait ISLAM
NUSANTARA.
_
Berbagai fihak yang anti dengan tema ini, menyebut 'project' Islam Nusantara
sebagai usaha-usaha yang bertujuan untuk "me-Nusantara-kan Islam";
mencerabut dari kemurnian ajaran sejatinya dan mengembalikan kepada tradisi
serta budaya Hindhu dimasa lalu.
~
Sebagai salah satu yang meskipun setuju dengan terminologi ini, secara
pribadi saya tak pernah sampai pada penafsiran sejauh itu; yang dikatakan
mengkampanyekan Islam dengan isi Hindhu tersebut.
Namun benak saya, hanya membaca Islam Nusantara sebagai upaya/ijtihad beberapa
ulama lokal (wabil khusus Kyai-kyai dari kalangan Nahdlatul Ulama) untuk mengaplikasikan Islam yang selaras dengan karakter & kultur bangsa Indonesia. Yakni
Islam yang ramah & teduh, bukannya Islam yang pe-marah & angkuh.
![]() |
| Masyarakat penganut Islam Wetu Telu di Pulau Lombok |
¤
Mungkin akan ada yang berkata: "whaduh, Islam disesuaikan dengan budaya Indonesia ?! Ape ngga salah bunyi lu tong?".
Maka akan kita jawab "Tidak".
Sebab andaipun benar begitu, memangnya kenapa? Dimana letak kelirunya? Bukankah
sebagai sebuah agama yang meskipun diklaim jernih tak terkontaminasi &
langsung dari Ilahi, pada kenyataannya Islam juga banyak menyerap berbagai
kultur/budaya lokal (dimana pertama kali ia diturunkan) yang beberapa diantaranya kemudian bahkan malah ditetapkan
sebagai ajarannya???
.
*FGM : Feminal Genital Mutilation ; tradisi sunat dikalangan perempuan, yang menurut banyak ulama terutama di kalangana mahzab Syafi'i, ini diwajibkan bagi wanita muslim. Sebuah tradisi (kewajiban Islam) yang telah dilarang oleh WHO.

