KISAH HARI INI, CERMINAN UNTUK MASA DEPAN.
Anakku, melalui tulisan yang panjang ini aku ingin menyampaikan beberapa hal penting yang terjadi di awal hingga pertengahan tahun 2022, yang semoga kelak bisa kalian jadikan gambaran dan pelajaran saat memandang suatu permasalahan atau sebagai pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan di zaman kalian.
#1. Kisah Penyelamatan Rayan
Setelah Januari berlalu tanpa kesan berarti, diawal bulan Februari 2022, Dunia maya tiba-tiba diramaikan oleh tagar #SaveRayan, tagar yang mendominasi hampir semua platform media sosial baik di twitter, facebook dan instagram yang sekaligus ini juga menjadi wujud pengharapan dari seluruh komunitas internasional untuk suksesnya operasi penyelamatan seorang bocah yang terjatuh ke sebuah sumur galian tambang sedalam 32 meter pada Selasa tanggal 1 Februari. Operasi penyelamatan besar-besaran demi menyelamatkan nyawa seorang bocah ini digelar oleh Direktorat Perlindungan Sipil di kota kecil bagian utara Tamorot, sekitar 100 km dari kota Chefchaouen, Maroko yang dimulai pada Selasa malamnya dengan melibatkan ratusan relawan yang berjuang gigih siang dan malam dengan dihantui kecemasan luarbiasa.
Lokasi operasi penyelamatan tampak seperti area proyek yang aktif siang dan malam |
Rayan Awram, bocah lelaki berusia lima tahun asal Maroko tersebut terperangkap disana hingga nyaris empat hari dengan posisi agak menekuk akibat ruang gerak yang sempit. Dari pantauan kamera yang diturunkan kedalam lubang tersebut, menunjukkan Rayan masih hidup dan sadar meski dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Tim penyelamat berusaha untuk memberikan oksigen, makanan dan minuman kepada bocah itu, meski tidak bisa dipastikan anak itu mampu mengkonsumsinya. Sementara sebuah handphone juga disertakan agar Rayyan bisa berkomunikasi dengan kedua orangtuanya yang terus menguatkan.
Kandungan tanah dari campuran batu dan pasir, membuat tim penyelamat khawatir akan bahaya longsor apabila memperlebar sumur atau melakukan penyelamatan secara tergesa-gesa. Sebaliknya, beberapa alat berat seperti buldoser dan ekcavator kemudian dikerahkan untuk menggali parit panjang menuju ke posisi Rayyan dari bagian sisi sumur yang lain.
Mengutip berbagai sumber, sumur tempat Rayan terjatuh dikatakan hanya memiliki lebar sekira 35 sentimeter di bagian atas dan meruncing semakin menyempit pada kedalaman 32 meter. Tim penyelamat tak mungkin turun ke bawah secara langsung. Seorang kerabat Rayan pada Jumat (4/2/2022) mengatakan, keluarga pertama kali mengetahui keberadaan Rayan ketika mereka mendengar tangisan terdengar dalam sebuah lubang. Mereka kemudian mengecek lubang tersebut dengan lampu ponsel dan menemukan Rayan. "Ia menangis dan berkata 'angkat aku'," kata kerabat itu. Sejak saat itu, operasi besar-besaran pun segera dilakukan untuk menyelamatkan Rayan yang telah terjebak selama berhari-hari saat musim dingin di daerah berbukit di sekitar Chefchaouen.
Ribuan orang berkumpul dan berkemah di sekitar lokasi sebagai
bentuk dukungan pada Rayyan dan keluarga. Di seluruh negeri, warga Maroko
mengikuti kisah itu di televisi di rumah-rumah dan dikafe-kafe. Demikian-pun
diberbagai tempat lainnya diseluruh dunia. Tim penyelamat bekerja sepanjang
waktu siang dan malam membuat parit besar melalui lereng bukit, kemudian
membuat terowongan secara horizontal menuju Rayan dengan cemas karena tingginya
risiko tanah longsor. Pada jam-jam terakhir upaya penyelamatan, para pekerja
harus bergerak dengan sangat hati-hati saat mereka berusaha menggali tanah dan
bebatuan ke posisi Rayan meringkuk. Mereka akhirnya dapat mengakses sumur pada
Sabtu (5/2/2022) malam. Video yang beredar di media sosial menunjukkan potret
sesaat setelah Rayan ditemukan dalam keadaan lemas, dengan ratusan petugas
penyelamat yang bersorak bahagia mengiringi bocah itu diangkut ambulan ke rumah
sakit.
Namun, sayangnya kisah penyelamatan akbar itu tetap saja berakhir duka. Beberapa jam kemudian, Istana kerajaan Maroko melalui Sultan Mohammed VI mengkonfirmasi bahwa Rayan telah meninggal dunia di rumah sakit, sebelum Raja Maroko tersebut melakukan panggilan telepon ke Khaled Awram dan Wassima Khersheesh, orang tua Rayan, untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Raja Mohammed VI juga menyatakan penghargaannya atas upaya tak kenal lelah yang dilakukan oleh tim penyelamat, serta kegiatan kolektif dan dukungan kuat dari berbagai pihak selama berlangsungnya peristiwa yang menyakitkan ini.
#2. Perang Rusia – Ukraina
Mendekati akhir Februari, tepatnya pada tanggal 24 Februari 2022, Rusia melancarkan apa yang mereka sebut sebagai ‘Operasi Militer Khusus’ terhadap Ukraina, sebuah negara tetangga yang terletak di sebelah barat daya negeri Beruang Merah tersebut. Serangan ini sekaligus menandakan peristiwa paling penting selama konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak jatuhnya Crimea pada tahun 2014.
Krisis yang diawali dengan penumpukan militer Rusia di sekitar perbatasan, yang dimulai sejak akhir tahun 2021 dengan dalih latihan militer ini kemudian benar-benar pecah menjadi konfrontasi bersenjata antara dua negara yang oleh berbagai pihak disebut sebagai serangan militer konvensional (invasi) terbesar yang terjadi di Eropa sejak Perang Dunia II. Dari awal sebenarnya negara-negara sekutu Ukraina seperti AS dan Uni Eropa sudah menduga bahwa yang dilakukan Rusia di perbatasan itu bukanlah sekedar latihan perang, melainkan memang suatu upaya mobilisasi pasukan untuk melakukan serangan berskala besar ke Ukraina, namun tuduhan tersebut ketika itu dengan tegas selalu dibantah oleh pejabat-pejabat Rusia, hingga akhirnya apa yang dikhawatirkan oleh berbagai pihak itu pun terbukti.
Presiden Rusia; Vladimir Putin mengklaim bahwa (atas ijin Dewan Federasi Negara) ia melakukan tindakan (perang) tersebut adalah sebagai upaya menghentikan genosida terhadap etnis penutur bahasa Rusia yang tinggal di Ukraina dan sekaligus untuk memblokir ekspansi pengaruh AS dan NATO di negara-negara Eropa Timur yang ia anggap hal ini sebagai ancaman langsung terhadap keamanan Rusia dimasa depan. Suatu alasan perang (casus belli) yang segera di tolak oleh AS dan NATO, yang menganggap pernyataan pemerintah Rusia itu sebagai tidak berdasar dan dibuat-buat.
Bagaimanapun juga, entah siapa yang benar, nyatanya ditandai dengan gempuran ratusan rudal Rusia ke seluruh Ukraina, yang segera ditanggapi oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan memberlakukan darurat militer, memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia, dan pengumuman wajib militer serta mobilisasi umum, maka perang pun pecah dan mengakibatkan bencana kemanusiaan sangat serius dikedua belah pihak yang bertikai.
Seorang tentara Ukraina menyelamatkan bayi mungil dari sisa-sisa kehancuran perang. |
Bagi ibu-ibu Rusia, perang ini teramat memuakkan karena banyak diantara tentara Rusia yang diterjunkan pada awalnya adalah anak-anak muda anggota wajib militer yang belum perpengalaman. Mereka diberitahu oleh komandan-komandannya bahwa ini hanyalah latihan dan tugas operasi tempur biasa dan mereka tidak akan lama disana. Namun sayang ini tidak terjadi, sebab pasca direbutnya wilayah Crimea pada 2014 oleh Rusia, militer Ukraina telah secara penuh berkiblat ke Barat (NATO) dan AS baik dalam segi pelatihan dan persenjataan. Pasukan Ukraina bukan lagi militer biasa sebagaimana yang pernah mereka kalahkan di 2014. Hari ini tentara Ukraina yang berperang dengan semangat mempertahankan tanah air mampu tampil mengesankan dengan siasat dan persenjataan yang mumpuni, di awal invasi, mereka bahkan sukses melibas unit VDV; pasukan penerjun payung yang merupakan unit lintas udara Rusia paling terlatih. Di berbagai front lainnya, situasinya tak jauh berbeda, meski unggul dalam jumlah pasukan dan persenjataan, pasukan Rusia menghadapi perlawanan yang hebat dari militer dan Garda Nasional Ukraina. Invasi yang semula diperkirakan hanya akan berlangsung sebulan, molor hampir dua bulan dan belum ada tanda-tanda akan berakhir.
Per 27 April 2022 saja, saat aku menuliskan ini, jumlah pasukan Rusia yang tewas diyakini telah mencapai 20.000 orang dan ribuan lainnya terluka termasuk juga hancurnya ribuan ranpur, tank, jet tempur dan sebagai pukulan telak adalah tenggelamnya Kapal perang jelajah utama; Moskva oleh rudal anti kapal musuh. Ini jauh melebihi kerugian Rusia saat menginvasi Afghanistan selama sepuluh tahun. Yang membuat miris, banyak diantara mereka yang tewas itu ditinggalkan begitu saja di Ukraina tanpa perlakuan yang layak dan mayat-mayat mereka menjadi santapan anjing liar. Ini mayoritas dialami oleh awak tank yang kendaraan mereka menjadi santapan Drone Bayraktar dan Rudal anti tank Javelin. Sementara bagi pihak Ukraina yang diserang, kondisinya lebih mengerikan lagi, sampai hari ini selain puluhan desa dan kota yang hancur lebur, diperkirakan lebih 35.000 ribu orang telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi terutama akibat gempuran dahsyat dari artileri dan rudal-rudal Rusia yang menghantam berbagai tempat tanpa pandang bulu. Dibeberapa kota yang sempat diduduki seperti Bucha dan Mariupol, pasukan pendukung Rusia dikabarkan telah melakukan pembantaian.
Awak tank Rusia yang mati terbakar & ditinggalkan begitu saja menjadi santapan anjing. https://www.youtube.com/watch?v=ATFXcpUBfOA |
|
|
Protes secara global terjadi untuk menentang invasi, sementara di Rusia, protes anti-perang disambut dengan penangkapan massal sekitar 10.000 demonstran oleh tentara dan polisi. Dan meski Invasi tersebut mendapat kecaman internasional secara luas, juga sanksi-sanksi pun telah dijatuhkan kepada Rusia oleh Negara-negara Barat, AS dan beberapa negara Asia lainnya seperti Singapura dan Jepang, namun Rusia tetap gigih dengan kampanye militernya dan malah segera membalas dengan kebijakan ekonomi/sanksi sepihak mereka. Krisis ekonomi dan finansial menghantui seantero Bumi, termasuk di Indonesia, harga BBM pun melejit yang seperti biasa segera diikuti oleh naiknya harga-harga bahan kebutuhan lainnya. Tidak cukup sampai disitu, semakin hari konflik cenderung menuju level yang lebih tinggi oleh sebab keputusan Negara-negara Barat dan AS yang terus memasok Ukraina dengan beraneka paket persenjataan, tak alang hal demikian membuat Putin semakin gusar; melontarkan pernyataan dan ancaman-ancaman provokatif yang mengarah pada konflik nuklir.
Pembahasan lebih lanjut di;
PERANG RUSIA-UKRAINA; Sebuah Pertaruhan Bagi Masa Depan Manusia
![]() |
| Eliminasi kapal jelajah Moskva, sebuah kehilangan besar bagi Rusia |
Sampai disini, ada ironi paling menyedihkan yang ingin sekali kusampaikan padamu putra-putraku dan semua pembaca, ini tentang spesies kita. Bahkan untuk sesuatu yang sama pentingnya sekalipun, ketika menyangkut ego diri, kita cenderung rela memperjuangkan habis-habisan sesuatu yang hanya sedikit, lalu disaat lain dengan mudah mengabaikan yang jauh lebih besar jumlahnya hanya karena alasan-alasan yang belum pasti. Sehingga benarlah yang pernah dikatakan Stalin; “Bahwa sebuah kematian adalah tragedi. Namun berjuta kematian (manusia) hanyalah angka-angka”.
#3. Penistaan Ade Armando
Pada tanggal 11 April 2022, seiring dengan sedang berlangsungnya perang Rusia melawan Ukraina, di Indonesia juga terjadi peristiwa memalukan sekaligus memilukan, yakni tragedi pengeroyokan dan penelanjangan Dr. Ade Armando, seorang Guru besar pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia yang meskipun pada tanggal 11 April itu ia merasa bukan bagian dalam aksi unjuk rasa Mahasiswa didepan gedung DPR/MPR, tetapi saat itu Ade mengaku hadir untuk mendukung aspirasi mahasiswa yang menuntut agar pemilu tidak ditunda dan jabatan periode seorang presiden tidak boleh lebih dari dua kali, Ade berpendapat; penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden tidak etis. Dan selain untuk mendukung tuntutan mahasiswa, Ade Armando juga mengaku sedang membuat konten untuk proyek terbarunya: Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS).
Sebab selain sebagai seorang Dosen, Ade Armando juga merupakan seorang aktivis pejuang toleransi dan pegiat Media sosial yang pendapat-pendapatnya seringkali menjadi polemik di dunia maya dan dunia nyata, Ade yang seorang pendukung pluralisme dan pemisahan antara Agama dengan Negara (Sekularism), memang kerapkali dengan berani dan vulgar menyampaikan pernyataan-pernyataan kontroversial demi menanggapi pendapat-pendapat berbagai kalangan tokoh oposisi dan juga dari kelompok Islamis yang seringkali juga provokatif terkait isu kenegaraan dan hubungan antar umat beragama, isu-isu yang telah muncul sejak reformasi dan menguat paska pemilihan presiden tahun 2014. Pendapat-pendapat Ade yang lugas dan blak-blakan dianggap telah menistakan Islam dan menghina ulama-ulama versi kelompok Islam politik tersebut; atau yang sebenarnya dengan kata lain, telah menyakiti nalar pendek kaum Islamis radikal - tekstual terutama bagi para pendukung puritanisme Islam dan mantan anggota organisasi terlarang FPI dan Hizbuth Tahrir Indonesia (HTI), serta kubu oposisi yang dua kali kalah dalam pemilu.
Karenanya, setelah mendapatkan informasi bahwa Ade Armando berada dilokasi demo, para radikalis cupet nalar yang wajah dan hatinya telah gelap oleh kebencian; dengan mendompleng aksi unjuk rasa mahasiswa segera memobilisasi kelompoknya; mengerubuti Ade, menghajar dan menelanjangi pria tambun berusia 61 tahun tersebut secara beramai-ramai sembari meneriakan takbir dan tahlil, menghantarkan sang Dosen ke rumah sakit hingga beberapa minggu kemudian akibat pendarahan otak dan kerusakan kandung kemih yang cukup serius.
![]() |
| Gambar tangkapan layar dari komentar seorang pendukung kaum radikal di media sosial. maaf, sengaja tidak di blur untuk menunjukkan betapa tidak bergunanya agama bagi mereka. |
Luarbiasa, demikian ngeri dan efektifnya doktrin kekerasan ketika itu dibalut dengan agama. Dan untuk hal ini aku paham sekali karena aku pernah mengalami, menjalani hari-hari ketika kepalaku disesaki dengan hadits dan ayat tentang permusuhan dan perang, ketika nalarku penuh dengan pengajaran tentang Islam yang ganas; Islam yang dikatakan sedang dimusuhi dan hendak dihabisi. Islam yang konon ditindas dan harus bangkit melawan. Dan orang-orang yang mengeroyok seorang Ade Armando ini, mereka itulah buah dari pohon-pohon pengajaran seperti yang pernah aku panjati. Meski aku juga tak menyangkal, bahwa selain sebagai para pelaku, para pengeroyok Ade Armando ini sejatinya juga merupakan korban; yakni korban dari tafsir-tafsir agama yang mengagungkan kekerasan untuk menyelesaikan setiap perbedaan pemikiran. Itulah mengapa, orang-orang yang meskipun mengaku sedang berpuasa dan telah dibusanai dengan agama paling mulia tersebut disaat yang sama juga mampu dengan mudahnya menciptakan kekejian yang paling mengerikan.
![]() |
| Ade Armando, sesaat setelah diselamatkan polisi dari pengeroyokan. |
Memang, pada faktanya egoisme dan merasa paling benar sendiri
telah membuat banyak orang ber-agama kehilangan nurani serta akal budi, sehingga dengan santai mereka mampu berkhayal bahwa dirinya adalah manusia paling suci yang bahkan merasa layak mencabut nyawa sesama manusia.
Seperti halnya Ustadz Sobri Lubis (salah satu pimpinan FPI) yang pernah secara terbuka memberikan arahan kepada pengikutnya untuk membunuh warga penganut Ahmadiyah.
Videonya DISINI.
Namun, sungguhkah Islam benar-benar terhina dan Allah telah dilecehkan oleh kelakuan seorang manusia bernama Ade Armando? Siapa yang berani meyakini ini? Apakah Ade Armando memang menghina Islama atau hanya nalar cupet dan ego kaum radikalis itu saja yang sebenarnya terpukul? Lalu, kalaulah memang Ade Armando menghina Islam, kenapa dewan Islam Dunia diam saja? Atau yang lebih dekat kenapa NU dan Muhammadiyah masih anteng? Alih-alih suatu penistaan agama, tidakkah ini lebih patut jika disebut sebagai problem pergolakan politik dan pemikiran yang berbalut agama?
Biar lebih komperehensif, pertanyaan lebih lanjut mungkin bisa dimulai dengan kenapa muncul orang-orang macam Ade armando ini andai keharmonisan antar umat beragama di Indonesia sedang baik-baik saja? Dia merupakan akar masalah atau justru merupakan wujud perlawanan dari berbagai masalah intoleransi yang selama bertahun-tahun sebelumnya dan hingga hari ini terus dimaklumi karena negara selalu saja tampak canggung terhadap setiap kasus yang melibatkan isu-isu keagamaan (terutama Islam)?
Anakku dan semua pembaca, demi keadilan akan kusampaikan, aku tidak paham jika sekarang mereka ini dikatakan sebagai BuzzerRp yang konon dibayar oleh negara, namun aku masih ingat persis diawal kemunculannya Ade Armando, Deni Siregar, Sumanto Al-Qurtuby, Eko Kuntadhi dan orang-orang yang sepemikiran dengannya; mereka ini hanyalah orang-orang dengan keresahan mendalam tentang masa depan Indonesia yang mereka kuatirkan peradabannya akan merosot seperti dunia Arab karena Politisasi Agama yang brutal. Hanya dengan modal nekat saja mulanya mereka berani ber-adu argumentasi dan bahkan berdebat panas dengan kaum Islamis yang paska reformasi telah sedemikian kuat, ngelunjak dan clutak di Indonesia, lebih-lebih setelah pemilihan presiden tahun 2014, ketika Islam diklaim sepihak dan tanpa malu-malu dijadikan alasan untuk meraih kekuasaan oleh Partai-partai oposisi dan koalisinya. Dan penting juga engkau tahu, berhadapan dengan Ade Armando Cs. ini ada tokoh-tokoh Islam politik garis keras dan Kalangan tokoh propagandis yang mampu dengan mudah mengkafirkan sesama muslim yang tidak sepemahaman dengan mereka, mencaci, memfitnah dan bahkan mempersekusi berbagai kalangan baik masyarakat pendukung atau unsur pemerintahan yang syah. Tokoh-tokohnya adalah Habib Riziek Sihab, Sobri Lubis, Habib Bahar bin Smith, Ustadz Abdul Somad, Gus Sugi Nur, Tengku Zulkarnain, Ratna Sarumpaet dan sebagainya.
Pihak oposisi jugalah kelompok yang lebih dulu menyerang lawan politiknya (pendukung Presiden Jokowi) dengan istilah binatang (cebong), menciptakan polarisasi dan saling balas yang tajam diantara rakyat Indonesia. Salah satu artikel pembahasannya bisa dibaca disini.
Kemudian, sebagai contoh dari aksi-aksi anti keberagaman yang terjadi sejak setelah reformasi tersebut seperti persekusi dan pembunuhan kaum Ahmadiyah, persekusi dan pengusiran serta pembunuhan warga Syiah, kekerasan verbal atau non verbal terhadap penganut agama minoritas serta berbagai kasus intoleransi yang banyak terjadi, serangan teror di Gereja dan Klenteng, sulitnya pembangunan rumah ibadah agama selain Islam, dan (sekali lagi) sebagai yang paling dahsyat adalah penggunaan agama secara frontal untuk berpolitik meraih kekuasaan pada pemilihan presiden tahun 2014 dan 2019.
Egoisme, klaim kebenaran sepihak
dan politisasi agama ini efeknya terbukti sangat menghancurkan; mengadu domba
dan memecah belah masyarakat Indonesia hingga bertahun-tahun kemudian. Dan para politisi tersebut secara efektif telah membuktikan apa yang pernah disampaikan oleh Ibnu Rusyid berabad-abad yang lalu; "Jika ingin menguasai orang-orang bodoh, maka bungkuslah segala yang batil dengan agama".
Untuk lebih jelasnya bisa dibaca dalam artikel Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras); disini dan atau disini.
Padahal, kita semua tahu bahwa kita ini hanya manusia biasa dan bukan wakil Tuhan. Tugas kita hanya menjadi orang baik yang (kalau bisa) bermanfaat bagi makhluk Allah lainnya, atau minimal bukan menjadi sumber masalah bagi sesama, bukan pula (apalagi) menjadi orang yang merasa paling benar sendiri sehingga merasa berhak menentukan hidup dan jenis keyakinan orang lain.
Selain itu, bukankah dalam Islam sendiri; yang namanya pergulatan pemikiran itu adalah hal lumrah dan sudah terjadi sejak lampau? Misalnya perbedaan pemahaman antara Imam-imam mahzab; terkait *khamr, tawassul, nikah mut’ah, asal datangnya Rezeki hingga yang paling terkenal adalah debat ide diantara Alghazali, Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd tentang filsafat keilahian? Itu tidak main-main, dalam salah satu karyanya (Tahafut al-Falasifah) Al Ghazali bahkan menyebut pemikiran-pemikiran filsafat yang diusung oleh Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd sebagai ‘menyesatkan’. Bisa jadi, ketika itu para pendukung Alghazali memandang Ibnu Sina seperti radikalis Indonesia memandang Ade Armando disaat ini, meski begitu faktanya dulu itu tidak ada yang namanya pemaksaan apalagi pengeroyokan dan penelanjangan yang pada akhirnya hanya merugikan Islam sendiri.
Silahkan baca juga : Muhammadiyah dan MUI kecam pengeroyokan Ade Armando yang diiringi kalimat tauhid
Sekianlah panjang lebar yang dapat aku sampaikan, meski masih banyak juga sebenarnya yang belum sempat termuat disini karena terbatasnya tenaga dan ilmuku. Harapanku, semoga segala yang aku tuliskan ini ada terdapat manfaat, dan sekali lagi, dapat kalian jadikan gambaran dan pelajaran saat memandang setiap permasalahan atau sebagai pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan di zaman kalian. Berpikirlah terlebih dahulu untuk segala hal yang menyangkut hidup kalian. Pelajari setiap permasalahan dari semua sisi dan kemudian pertimbangkan dengan akal pikir dan nurani kalian, karena setiap keputusan memiliki konsekuensi. Dan terakhir, kuucapkan selamat merayakan kehidupan.
"Tanpa agama, orang baik tetaplah orang baik. Orang jahat tetaplah orang jahat. Akan tetapi, untuk membuat orang baik menjadi jahat dan mengira perbuatannya adalah kebaikan; maka dibutuhkanlah agama".
Bacaan tambahan :
https://www.republika.co.id/berita/n2txop/tahafut-alfalasifah-kontroversi-ranah-filsafat-1
* Pemikiran hukum Abu Hanlfah tentang hakikat khamr, yaitu minuman yang terbuat dari anggur, sedangkan minuman selain dari perasan anggur atau disebut
dengan nabiz seperti dari kismis / kurma, hanya tergantung pada kadar yang tidak memabukkan maka tidak
diharamkan. Sedangkan al-Syifi'l tentang hakikat khamr, yaitu segala jenis minuman yang (berpotensi) memabukkan dianggap sebagai khamr tanpa membedakan dari bahan apa minuman tersebut dibuat. Banyak atau pun sedikit mengkonsumsinya tetap dihukumi haram.










