Postingan

WARISAN SEDERHANA

Gambar
  Anak-anakku, kalian jangan lupa; kekayaan materi memang akan membuat kita lebih mudah dihargai selagi hidup didunia ini. Akan tetapi tingkah laku terpuji dan kisah yang baik adalah jalan pintas yang akan membuat kita diingat jauh setelah kematian kita. Ditangisi habis-habisan, lalu kemudian dilupakan; inilah tradisi paling mendasar dari Kematian. Karenanya, janganlah terlalu berharap dari yang hidup. Kita adalah manusia sempurna. Separuh dari diri kita adalah surga (malaikat), sedang sebagian yang lain adalah neraka (iblis). Begitulah, kita memiliki kasih dan kekejian disaat yang bersamaan. Semoga bijak dalam bertindak. Jika ingin hidup abadi (dalam ingatan manusia) maka lakukanlah sesuatu yang pantas untuk ditulis, atau tulislah sesuatu yang layak untuk dibaca.  Dan, hidup ini sebenarnya memang tak adil. Seperti gelap dan terang, seperti indah dan suram. Namun memang demikianlah adanya dunia berjalan. Beruntungnya; dengan sudut pandang berbeda, kita akhirnya mengerti bahwa ...

SAINS DALAM AGAMA; Adakah Itu Nyata?

Gambar
Seorang senior sekaligus sahabat bertitel Drs., yang terbiasa membombardir whatsap saya dengan berbagai pesan bermuatan politik dan keagamaan, suatu hari setelah sebuah diskusi kami yang mulai mendalam terkait isu-isu Agama, tiba-tiba mengirimkan sebuah link berita yang berjudul Deretan Fenomena Alam yang Membuktikan Kebenaran al-Qur’an dalam Sains . Silahkan dibaca dulu. Yang mana inti dari link tersebut adalah beberapa point _yang dikatakan sebagai_ fakta ilmiah dari Al-Qur’an tentang fenomena alam yang dahulu tidak dikenal manusia dan saat ini telah dibuktikan kebenarannya oleh para ahli sains modern; seperti Api didasar laut, pertemuan dua laut yang tidak saling menyatu, sungai dibawah laut, tumbuhan bertasbih dan hujan es. Tanpa bermaksud jemawa, sejujurnya hal-hal demikian sudah menjadi konsumsi saya sejak 20 tahun silam - yakni ketika saya masih terbiasa bergumul dengan media-media dakwah semacam eramuslim, islam online, atau majalah sabili yang ketika itu biasa mengula...