WARISAN SEDERHANA

 
Anak-anakku, kalian jangan lupa; kekayaan materi memang akan membuat kita lebih mudah dihargai selagi hidup didunia ini. Akan tetapi tingkah laku terpuji dan kisah yang baik adalah jalan pintas yang akan membuat kita diingat jauh setelah kematian kita.

Ditangisi habis-habisan, lalu kemudian dilupakan; inilah tradisi paling mendasar dari Kematian. Karenanya, janganlah terlalu berharap dari yang hidup.

Kita adalah manusia sempurna. Separuh dari diri kita adalah surga (malaikat), sedang sebagian yang lain adalah neraka (iblis). Begitulah, kita memiliki kasih dan kekejian disaat yang bersamaan. Semoga bijak dalam bertindak.

Jika ingin hidup abadi (dalam ingatan manusia) maka lakukanlah sesuatu yang pantas untuk ditulis, atau tulislah sesuatu yang layak untuk dibaca. 

Dan, hidup ini sebenarnya memang tak adil. Seperti gelap dan terang, seperti indah dan suram. Namun memang demikianlah adanya dunia berjalan. Beruntungnya; dengan sudut pandang berbeda, kita akhirnya mengerti bahwa hidup ini ternyata sangatlah adil, yakni karena ia tidak adil bagi semua, sebab setiap orang memiliki masalahnya sendiri.


Tidak ada teman sejati. Kenyataannya, hanya kepentinganlah yang sejati. Sedangkan sahabat yang abadi; itu hanyalah saudaramu.

Seumur hidup, bapakmu ini hanya memiliki dua atau tiga teman karib, itupun tak melebihi 70% kepercayaan. Sesungguhnya, bapak bukanlah orang yang menyebalkan, bapak bisa punya banyak teman kalau mau. Tapi aku tak ingin begitu. Ini pilihan hidup yang bisa jadi akan berat untuk kalian. Untuk itu tiada mengapa jika kalian memilih jalan lain; milikilah banyak teman dan kembangkan dirimu.
 
Berjalan bersama banyak teman seperti sekawanan bebek itu menyenangkan dan terasa penuh bangga. Hingga nanti, ketika engkau telah mampu menyadari bahwa bagian terbesar dari hidup adalah kepalsuan, saat itulah, diantara bahaya dan segala kesulitannya, engkau akan merindukan betapa nikmatnya terbang sendirian seperti elang.
 
Tidak perlu memaksakan diri untuk melawan kerumunan. Baik secara ide apalagi melalui fisik.

Jangan pernah mengemis cinta hingga bertahun-tahun. Kalau orang tersebut tidak mencintaimu, itu akan sangat menyakitkan. Bila orang itu sebenarnya memiliki perasaan yang sama denganmu, (entah seberapa besar), ini malah lebih tragis lagi. Dalam hal demikian, lakukan sebatas yang mesti dilakukan dan segera lupakan jika memang tak mungkin.

Teruslah menghargai dan berusahalah untuk jangan menyakiti orang yang mencintaimu. Akan ada kalanya dalam hidupmu, cinta menjadi hal yang paling mahal.
 
Memang sebuah fakta pahit; wajah yang rupawan menyelesaikan lebih separuh dari masalahmu. Dari itu, jika kelak kalian tak tampan, maka berusahalah dengan sungguh-sungguh agar tidak bodoh.
 

Jangan pernah bangga apabila suatu saat engkau merasa mendapatkan pencerahan. Sebab seringkali cahaya terang itu membutakan pandangan. 
 
Tidak perlu berlagak pahlawan, sebab tidak semua orang ingin diselamatkan dan sedikit sekali di bumi ini, orang yang mampu menghargai suatu pengorbanan.
 
Tidak semua yang kalian ingin, harus kalian dapat. Sungguh, dunia ini tidak bekerja menurut aturan dan keinginan-keinginan kalian. Sadari dan belajarlah untuk terbiasa dengan kenyataan itu.
 

Suatu hari, kamu pasti akan mengecewakan seseorang. Mungkin bukan karena sengaja. Semoga juga bukan karena kamu jahat. Yang pasti; kita tidak akan pernah dapat membahagiakan semua orang. Dan yang demikian ini hanyalah bagian lumrah dari kehidupan.

Belajarlah akhlak. Tentang sopan santun, belas kasih dan tentang menghargai sesama manusia. Tetapi jangan hanya dari para agamawan; sebab sebagian besar dari mereka itu menipu. Belajarlah akhlak dengan mengambil hikmah dari kehidupan dan dari setiap orang yang kalian temui. Akhlak yang baik akan menjagamu tetap waras meski ketika segalanya tidak berjalan sesuai rencana. Sehingga kamu tidak akan dengan mudah menumpahkan marah yang tak tentu arah.


Sebuah petuah lama, jika kamu lunak (bermalas-malasan) dengan dirimu maka dunia ini akan berlaku keras terhadapmu. Begitupun sebaliknya, ketika kamu 'keras' terhadap dirimu, maka dunia ini akan mudah kalian hadapi. 
 
Sekali lagi. Bukan kejujuran, bukan kebaikan, bukan pula cinta yang tulus. Dalam dunia yang kita tapaki; kekayaan materi adalah satu hal yang akan membuat sesorang lebih mudah untuk dihargai. Namun jangan berputus asa dengan latarbelakang kalian, sebab setiap manusia memiliki keberuntungannya tersendiri.

Kelak, sekali waktu kalian mungkin akan bermusuhan. Tetapi dapat kupastikan bahwa itu hanya karena alasan yang remeh. Sebab yang paling penting dari segalanya adalah Persaudaraan dan Keluargamu. Ketika berselisih, ingatlah untuk selalu kembali pada titik dimana kalian telah dipersatukan dengan kasih.


Sejatinya, cinta menguras tenaga. Karenanya kendalikanlah dirimu dari mencintai seorang perempuan (yang selain ibumu) secara berlebihan. Sebab itu akan merusak potensi dan menghancurkan kesempatan-kesempatanmu. Lakukanlah hanya sewajarnya saja.

Buatlah perbedaan! Sebab yang paling pahit dari semuanya; ini hanyalah kata-kata yang sebagian besar hanya bisa kukatakan. Bukan sesuatu yang pernah aku lakukan. Maaf, aku tidak mampu memberikanmu bekal berlebih. Tetaplah bersaudara. Semoga kelak kalian lebih beruntung dan dapat merayakan kehidupan ini dengan lebih baik lagi.

~ Bapakmu. Bumi, November 2022

Postingan populer dari blog ini

FROM THE RIVER TO THE SEA, PALESTINE WILL BE FREE.

A G A M A ; dengan TANDA TANYA