DONGENG Sun Go Kong, Para Jin dan Rahasia-Rahasia Langit.
Pada suatu waktu dahulu, saya adalah seorang penggemar serial drama Kera Sakti.
Mungkin bisa dibilang keranjingan sebab saya tak pernah melewatkan setiap tayangan per episodenya, meski begitu sejujurnya dalam hati ketika itu saya juga
sering sinis mencibir (seneng-seneng masam) sewaktu menonton sinetron aksi
tersebut, terutama saat Sun Go Kong terbang ke langit dan mengobrak-abrik
istana surga yang dijaga ketat oleh puluhan ribu tentara para dewa.
Aneh, surga yang disitu penguasa semesta bermukim kok bisa diterobos dan diobrak-abrik. Tentara kerajaan langit kok bisa dikalahkan oleh seekor monyet. Benar-benar
takhayul. Khurafat!
Begitu kira-kira pikiran saya waktu itu yang saya percaya ada juga diantara
Anda yang pernah punya pemikiran serupa, Anda para penyuka film-film yang
berbasiskan mitologi Yunani misalnya.
Tetapi sadarkah kita, bahwa dalam keyakinan Islam-pun, kiranya agama kita juga
mempunyai plot cerita yang tak jauh berbeda dengan kisah Sun Go Kong tersebut.
*
Kutip dari Alqur'an surah al-Jinn ayat 8-9 :
"Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka
kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api",
"Dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di
langit itu untuk mencuri dengar (berita-berita). Tetapi sekarang siapa
(mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api
yang mengintai (untuk membakarnya)".
Tafsir paling kuat dari ulama salaf terkait hal ini adalah sebagaimana yang
tersurat/sesuai lahir ayat, yakni pada masa lalu para jin memang suka/bisa
'menyelinap' ke langit untuk mencuri-curi dengar berita-berita tentang rahasia
semesta dan terutama tentang manusia (takdir dan masa depan) dari obrolan para
malaikat, yang kemudian pengetahuan tersebut mereka turunkan kepada para
peramal / ahli nujum dan tukang sihir.
Konon, karena 'bocoran' dari para jin inilah pada zaman lalu ramalan
tukang-tukang nujum itu banyak yang tepat.
Namun sekarang, yakni setelah masa kerasulan Muhammad saw. para jin sudah tidak
bisa lagi pergi ke langit untuk mencuri-curi dengar berita rahasia oleh sebab
saat ini langit telah dijaga ketat oleh seperangkat radar dan sistem rudal yang
canggih (panah-panah api).
Tafsir demikian juga diperkuat oleh adanya hadits tentang batu-batu meteorit yang
berfungsi untuk menembaki jin (syetan).
http://m.eramuslim.com/…/meteor-itu-panah-api-pengusir-syai…
Sampai disini kalau kita kritis (dengan catatan belum masuk UGD) maka akan
timbul pertanyaan:
¤
Dikatakan bahwa sistem pengamanan langit baru diperkuat di era nabi Muhammad,
apakah ini artinya ribuan/jutaan (milyaran) tahun sebelumnya sistem disana
lemah belaka? Bagaimana dengan iblis yang katanya diusir, apakah selama
ribuan/jutaan tahun paska peristiwa pengusirannya tersebut, ia masih bisa bebas blusukan di surga?
¤
Di zaman sekarang masih banyak ramalan ahli nujum yang presisi. Kenapa? Apakah
ini pertanda bahwa langit masih bocor juga karna penjaganya kena suap?
Untuk dua contohnya bisa dibaca disini atau disini.
Tafsir yang lain, memang benar ada sebagian kecil ulama yang berpendapat
berbeda, yakni menafsirkan surah al Jin ayat 8-9 secara tersirat. Menurut
mereka apa yang tertera dalam ayat2 tersebut adalah hal/realitas yang jauh
diluar (beyond) pemikiran manusia, sesuatu yang tak mungkin mampu dicerap oleh
akal pemikiran kita dan hanya Allah saja yang mengerti makna sejatinya.
Sayangnya, pendapat semacam ini menjadi lemah karena ia kontra dengan tafsir
mayoritas ulama mutabar, bertentangan dengan doktrin Qur'an sebagai kitab kehidupan,
kitab maha sempurna yang turun langsung dari Tuhan sebagai petunjuk bagi
manusia, seluruh isinya (bahkan per frasa) berguna, dan tak ada sedikitpun yang
sia-sia darinya, serta klaim Qur'an sendiri yang menyatakan bahwa al-Qur’an
adalah kitab yang disampaikan secara jelas, (5:16, 10:15) dengan “tanpa ragu”
(2:1), “kitab yang jelas”: (5:15), dijelaskan secara detail; (6:114), serta
“gampang dimengerti” (44:58, 54:22, 54:32, 54:40).
Jika demikian, lalu untuk apa juga Allah menempelkan sebuah cerita yang tak
bisa kita cerap kedalam lembaran suci al Qur'an?
~
wallahualambishawab,
kalau bingung ngga usah jawab.
~
http://www.ibnukatsironline.com/…/tafsir-surat-al-jin-ayat-…
_
http://id.noblequran.org/quran/surah-al-jinn/ayat-8/
