HAK YANG SAMA
[disclaimer; Tulisan ini hanya menyoroti hak-hak hidup universal negara Israel sebagai salah satu bangsa manusia, bukan sebagai pembenaran atas segala keganasan yang mereka lakukan terhadap bangsa lain].
~
Anda seorang Muslim? Maka tentunya anda tahu tentang perang Badr.
Sedikit mengulas, Perang Badr adalah pertempuran hidup mati antara kaum muslim
awal melawan orang-orang kafir Qurays pada tahun ke 2 hijri di Badr; sebuah
lembah/pangkalan air terkenal yang terletak diantara Mekkah & Madinah.
Suatu perang yang oleh umat Islam diyakini sebagai simbolisasi dari bertemunya
kebaikan (muslim) & kejahatan (quraisy).
Begitu hebat & menentukannya perang ini bagi agama Islam yang sampai terekam dalam
Qur'an & mutawatir diceritakan secara berkelanjutan. Kedahsyatannya
digambarkan sebagai 313 muslim melawan 1000 quraisy, sehingga pada awal-awal
perang dikisahkan banyak muslim yang menjadi gentar & Nabi sendiri sampai
harus pasrah menghiba kepada Tuhan dengan do'a (curhatan) beliau yang amat terkenal;
"ya Allah, jika kami kalah hari ini, niscaya tidak akan ada lagi yang
menyembahMu".
~
Entah karena takut tidak ada lagi yang akan menyembahNya atau karna adanya hikmah yang lain, pada akhirnya Tuhan-pun ikut intervensi; mengirim lima ribu malaikat dengan pedang-pedang berkilat, memenggali kepala Quraisy & memporak-porandakan barisan mereka.
Setidaknya, demikianlah secara singkat gambaran dari perang Badr yang terjadi sekitar 1400 tahun silam, terlepas dari segala kontroversi yang konon memicu perang ini.
Dijaman modern sekarang ini, adakah perjuangan hidup-mati sebuah bangsa yang selevel dengan perang Badr?
Ada. Dan bahkan jauh lebih dahsyat.
Salah satunya adalah Perang Arab - Israel Pertama; yakni perang habis-habisan bangsa Israel melawan aliansi 8 negara Arab (Islam) pada bulan Mei 1948.
Perang bermula dari kemurkaan Negara-negara Arab atas Proklamasi (berdirinya) negara Israel
didekat mereka, yang dimulai oleh Lebanon, Suriah, Trans Jordan, Mesir, Iraq dan dibantu beberapa negara Arab lainnya yang segera melakukan serbuan terhadap posisi negara Israel dari segala penjuru.
Bangsa Israel berjuang mati-matian dalam pertarungan yang berlangsung brutal dengan jumlah korban masif dari kedua belah pihak tersebut. Dan meski awalnya negara-negara Arab dengan mudah mampu menguasai wilayah-wilayah Israel, namun pada akhirnya Israel_ dengan semangat juang paripurna mereka_ mampu merebut kembali teritori yang mereka klaim dan bahkan mampu merebut lebih luas lagi dari wilayah - wilayah negara-negara Arab disekitarnya.
Ini adalah bentrokan besar pertama, menandai serangakaian dari berbagai pertarungan antara bangsa Arab dan Israel yang terus berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Klimaks salahsatunya adalah pada perang Arab-Israel paling serius yang terjadi di bulan Juni 1967 atau yang kemudian lebih dikenal dengan istilah Perang Enam Hari (Six Day War).
Apa itu? Ialah tekad / keinginan untuk bertahan hidup (survive).
Baik Muslim
dikancah perang Badr dan pejuang-pejuang Israel pada perang 1948 & perang Enam Hari hakikatnya memiliki
satu konsep pemikiran yang sama; jika kalah, mereka pasti musnah.
Bisa jadi, inilah yang menjadi faktor utama kenapa mereka berani berjuang
mati-matian; all out dengan segala upaya & sumber daya yang dimiliki. Bedanya, pada
peperangan Badr, Muslim dibantu oleh lima ribu malaikat, sedang pada Perang enam hari
bangsa Israel hanya dibantu oleh _konon_ beberapa agent AS & Inggris yang
bertindak sebagai insinyur mekanik & ahli strategi militer, meski terjadi
bantahan & tidak banyak bukti yang menguatkannya.
So, dari kacamata spiritual ini bermakna apa?
Mungkin Tuhan sedang berfirman bahwa "Sesungguhnya segenap manusia mempunyai
tanggung jawab & hak yang sama dalam menjaga & memiliki dunia".
Sadaqallahuladzim.

